1.
SINGA AFRIKA
Klasifikasi
Kerajaan :
Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Felidae
Genus : Panthera
Spesies : Panthera leo
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Felidae
Genus : Panthera
Spesies : Panthera leo
Deskripsi
Singa Afrika mampu menggemparkan
dunia predator kucing besar dan paling menakutkan, karena mereka memiliki
kehidupan sosialisi atau hidup berkelompok yang mampu mendominasi seluruh
predator yang tersebar di seluruh padang sabana Afrika. Subspesies Singa Afrika
memiliki bobot cukup berat, Singa jantan rata-rata 440 pond dan betina rata-rata
330 pond.
Singa-singa Afrika jantan dan betina harus bersatu dan menjadi bagian dari sebuah kelompok atau disebut Pride (kebanggaan) untuk mempertahankan hidupnya, karena mangsa hanya bisa di dapat dari berburu secara berkelompok. Sebuah kelompok Singa dapat memiliki anggota hingga 40 ekor dan bahkan lebih. Sebagian besar anggota kelompok adalah para betina dengan anaknya dan hanya beberapa ekor Singa jantan.
Singa jantan tidak boleh banyak, dan hanya ada satu pejantan terkuat yang akan menjadi pemimpin di kelompok itu. Sedangkan singa jantan lainnya adalah beberapa singa yang masih muda, yang harus menunggu giliran terakhir ketika sedang berpesta mangsa.
Setelah para singa muda itu cukup kuat, mereka akan di usir untuk pergi dari kelompok itu, dan hal ini akan menjadi pemicu pertarungan untuk mendapatkan posisi pemimpin. Pejantan yang menang dalam pertarungan itu akan menjadi pemimpin, dia akan mendapat giliran makan pertama ketika mendapat mangsa dan berhak mengawini semua betina yang ada di kelompok itu. Singa jantan yang kalah harus rela pergi dari kelompok itu dan harus segera menantang pejantan kelompok lain untuk menjadi pemimpin guna mempertahankan hidupnya, karena Singa hanya bisa berburu dalam kelompok.
Hidup berkelompok adalah suatu keharusan bagi Singa Afrika jika ingin bertahan hidup. Mereka memiliki naluri alami hidup bergotong royong dan melaksanakan tugas masing-masing secara tertib. Para betina bertugas berburu mangsa dan merawat anak-anak mereka secara bergantian. Para betina akan saling menyusui anak-anak mereka dalam kelompok itu tanpa pandang bulu, biarpun anak dari betina lain yang meminta susu.
Singa-singa Afrika jantan dan betina harus bersatu dan menjadi bagian dari sebuah kelompok atau disebut Pride (kebanggaan) untuk mempertahankan hidupnya, karena mangsa hanya bisa di dapat dari berburu secara berkelompok. Sebuah kelompok Singa dapat memiliki anggota hingga 40 ekor dan bahkan lebih. Sebagian besar anggota kelompok adalah para betina dengan anaknya dan hanya beberapa ekor Singa jantan.
Singa jantan tidak boleh banyak, dan hanya ada satu pejantan terkuat yang akan menjadi pemimpin di kelompok itu. Sedangkan singa jantan lainnya adalah beberapa singa yang masih muda, yang harus menunggu giliran terakhir ketika sedang berpesta mangsa.
Setelah para singa muda itu cukup kuat, mereka akan di usir untuk pergi dari kelompok itu, dan hal ini akan menjadi pemicu pertarungan untuk mendapatkan posisi pemimpin. Pejantan yang menang dalam pertarungan itu akan menjadi pemimpin, dia akan mendapat giliran makan pertama ketika mendapat mangsa dan berhak mengawini semua betina yang ada di kelompok itu. Singa jantan yang kalah harus rela pergi dari kelompok itu dan harus segera menantang pejantan kelompok lain untuk menjadi pemimpin guna mempertahankan hidupnya, karena Singa hanya bisa berburu dalam kelompok.
Hidup berkelompok adalah suatu keharusan bagi Singa Afrika jika ingin bertahan hidup. Mereka memiliki naluri alami hidup bergotong royong dan melaksanakan tugas masing-masing secara tertib. Para betina bertugas berburu mangsa dan merawat anak-anak mereka secara bergantian. Para betina akan saling menyusui anak-anak mereka dalam kelompok itu tanpa pandang bulu, biarpun anak dari betina lain yang meminta susu.
Sedangkan Singa jantan bertugas melindungi anggota kelompok dari gangguan
predator lain yang menyerang atau akan memangsa anak-anak mereka. Singa jantan
juga harus selalu siap untuk bertarung jika sewaktu-waktu ada tantangan dari
pejantan lain yang ingin menguasai kelompoknya, dan ini sudah menjadi
resiko yang pasti akan datang setiap saat.
Singa Afrika memang dirancang dengan sempurna untuk bertempur dan berburu. Mereka memiliki otot besar dan kaki belakang yang kuat, yang memungkinkan mereka dapat menerkam mangsanya dengan mudah. Mereka memiliki cakar yang kuat, rahang yang besar dan gigi yang tajam yang memudahkan mereka untuk dengan cepat melumpuhkan mangsa ataupun lawan. Ekor mereka menciptakan keseimbangan ketika sedang mengejar mangsa, mereka memiliki indra penciuman yang sangat peka dan pandangan yang tajam delapan kali lipat pandangan mata manusia ketika mereka berburu pada malam hari.
Bahkan surai Singa jantan, atau rambut yang ada di kepala berfungsi untuk menampilkan ukuran agar tampak lebih besar, yang akan membuat lawan atau predator lain menjadi takut. Surai ini juga sebagai alat yang mampu menarik para betina untuk bersimpati.
Singa Afrika memang dirancang dengan sempurna untuk bertempur dan berburu. Mereka memiliki otot besar dan kaki belakang yang kuat, yang memungkinkan mereka dapat menerkam mangsanya dengan mudah. Mereka memiliki cakar yang kuat, rahang yang besar dan gigi yang tajam yang memudahkan mereka untuk dengan cepat melumpuhkan mangsa ataupun lawan. Ekor mereka menciptakan keseimbangan ketika sedang mengejar mangsa, mereka memiliki indra penciuman yang sangat peka dan pandangan yang tajam delapan kali lipat pandangan mata manusia ketika mereka berburu pada malam hari.
Bahkan surai Singa jantan, atau rambut yang ada di kepala berfungsi untuk menampilkan ukuran agar tampak lebih besar, yang akan membuat lawan atau predator lain menjadi takut. Surai ini juga sebagai alat yang mampu menarik para betina untuk bersimpati.
Kareo padi
Klasifikasi
Kerajaan :
Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Gruiformes
Famili : Rallidae
Genus : Amaurornis
Spesies : Amaurornis phoenicurus
Deskripsi
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Gruiformes
Famili : Rallidae
Genus : Amaurornis
Spesies : Amaurornis phoenicurus
Deskripsi
Kareo Padi alias White breasted Waterhen
(Amaurornis phoenicurus)
Kareo Padi adalah jenis burung air yang tinggal
di lahan basah serta berair, untuk itu dimasukkan dalam water bird. Dapat ditemukan
didaerah belukar serta rawa yang berair. Dari sebuah sumber dikatakan bahwa
habitat hidupnya dalah mangrove, rawa serta, alang-alang.
burung dewasa memiliki warna hitam dan putih yang
mencolok dan pada saat muda warna dominannya yang menutupi tubuh adalah warna
hitam atau abu-abu. Serta paruh yang yang berwarna kuning gading. Dengan kaki
yang cukup kurus dan tinggi daripada proporsi tubuhnya dan diselimuti warna
kuning.
Makanan
Kareo Padi terutama memakan biji-bijian,
serangga, dan ikan kecil. Kareo Padi juga memakan cacing dan siput kecil, dan
menjadikan tunas dan akar rawa sebagai makanan kecil mereka.
Kareo Padi ini mencari makan di tanah,
mematuk-matuk makanan kecilnya seperti ayam, oleh karena itu bahasa Melayu
lainnya dari Kareo Padi adalah Ayam Ayam. Kakinya yang besar, secara terus
menerus mengibaskan ekornya dan sifat alami ini membuat Kareo Padi menjadi
salah satu burung yang menarik untuk diamati.
Selain mencari makan di tanah, Kareo Padi juga
mencari makan di semak belukar yang rendah, dan pohon-pohon kecil, tetapi kaki
mereka yang panjang membuat mereka tidak terlalu lincah jika berada di antara
batang pohon. Namun tubuhnya yang ramping membuat mereka bergerak dengan cepat
dan diam-diam di semak belukar.
Walaupun mereka lebih banyak berada di lingkungan
berair dan terkadang berenang, Kareo Padi tidak terlalu pandai berenang. Kareo
Padi terlihat sendiri ataupun berpasangan, hewan ini aktif sepanjang hari.
Ketika merasa takut, ia akan terbang atau lari ke semak belukar yang padat dan
berlari cepat sambil menundukkan kepalanya. Kareo Padi biasa bertengger di
semak rendah dan pohon ketika malam hari.
Perkembangbiakan
Kareo Padi bertelur sepanjang tahun. Sarangnya
berada di antara alang-alang, rumput tinggi atau semak belukar yang padat, baik
di habitat basah maupun kering. Dibuat 1-2 m d atas tanah, sarangnya berbentuk
cekungan yang dangkal yang alasnya terbuat dari ranting, batang tumbuhan yang
menjalar, atau dedaunan. Atau terbuat dari jalinan akar rumput yang bagian
atasnya dilapisi dengan rumput tipis atau jenis rumput-rumputan lain.
Terkadang, sarang tersebut beratapkan tanaman di sekitarnya. Telur Kareo Padi
berjumlah 4-9 butir. Berwarna putih kecoklat-coklatan pudar atau abu-abu dengan
titik-titik coklat kemerah-merahan. Masa pengeraman oleh kedua induk adalah 20
hari. Anak Kareo Padi berwarna hitam dan halus, dan meninggalkan sarang segera
setelah menetas. Kedua induk Kareo Padi menjaganya dan anak-anaknya kadang
terlihat berlari-lari di sekitar induk mereka.
Lokasi pengambilan : Kebun binatang ragunan
Hari / Tanggal : Kamis, 23 Mei 2013


